Beranda » pengetahuan umum » ANTARA MURID DAN AKU

ANTARA MURID DAN AKU

Bermain Bersama

bermain di lapangan

bermain bersama

Arsip

mi salafiyah 1 setail

0333 846841
07.00 - 12.00 wib

Tulisan Terakhir

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

Kepala Sekolah

belajar kategori widget

Aku seorang guru, guru yang baik atau yang buruk, aku tidak tahu yang jelas aku tidak puas dengan kualitasku sendiri sebagai pengajar. Karena itu mungkin aku di kategorikan guru yang kurang baik. Aku telah berusaha menjadi guru yang baik tentu saja, tapi siapa yang bisa menentukan, bahkan  bapak kepala sekolah, atau mungkin bapak pengawas sendiri tidak mampu memberi  penilaian yang appropriate untuk itu.

Yang jelas ada kriteria tertentu yang membuatku terkadang merasa puas dengan kerjaku hari itu, atau hari-hari kerjaku. Yaitu, jika murid-murid merasa puas dengan kehadiranku di kelas. Kelas bukanlah milikku, atau milik murid-murid sendiri, kelas itu adalah milik kami. Kami harus bisa bekerja sama untuk bisa merasa puas. Terkadang anak-anak memang kelewatan keinginannya untuk bermain-main, sedang aku sendiri mempunyai rencana yang  telah ku buat untuk mereka. Untuk menyatukan ini bukanlah hal sederhana. Terkadang juga, bila kita tidak bisa bekerja sama dengan baik, aku jadi terbawa emosi dan mencari jalan mudahnya dan anak-anak menjadi tertekan dan semakin bandel.

Dan buruknya, dari sekian banyak waktu yang kami habiskan bersama di ruang kelas, sebagian besarnya adalah ketidakkompakan antara kami. Banyak waktu yang lebih mencerminkan dominasiku pada mereka, dari pada working together, dan ini tentu saja membuat perasaanku semakin tidak puas dengan kinerjaku sendiri.

Mungkin aku harus lebih banyak, merendah dan mengayomi dan menuntun, dari pada menuntut dan menyuruh. Mungkin dengan ini aku akan lebih puas dengan kinerjaku sendiri dan hasilnya juga akan lebih baik untuk anak-anak.

Sebenarnya aku merindukan satu model pendidikan klasik dari pada ulama-ulama salaf jaman dulu, yang kalau kita datang di majlisnya, ada kenyamanan dan ketenangan di sana, karena kita percaya dengan beliau dan kita siap di didik oleh beliau. Tapi bisakah aku menjadi seperti mereka, jika kekotoran jiwa ini masih banyak dan belum terbersihkan…………

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: