Beranda » pengetahuan umum » Guru-aku

Guru-aku

Bermain Bersama

bermain di lapangan

bermain bersama

Arsip

mi salafiyah 1 setail

0333 846841
07.00 - 12.00 wib

Tulisan Terakhir

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

Kepala Sekolah

belajar kategori widget

          Digugu dan ditiru, Gu- Ru, diperhatikan dan dicopy tingkah dan perilaku mereka oleh calon subyek sosial utama,yaitu anak-anak dan bukan satu atau dua anak bahkan mungkin ratusan anak per guru tiap tahunnya. Satu guru baik, benar, dan berkualitas, akan menghasilkan puluhan, bahkan ratusan manusia yang juga baik, benar dan  berkualitas, atau satu guru jahat, salah, dan mbelgedes akan menghasilkan juga puluhan bahkan ratusan penjahat, penyeleweng dan orang-orang yang hilang akal atau manusia-manusia perusak masyarakat. Nah.., sekarang buruknya moral manusia bangsa Indonesia apakah juga guru  ujung pangkalnya. Tunggu dulu.., Saya tidak berani lantang meneriakkan itu, apalagi sambil mengacung-acungkan kepalan, seperti mahasiswa pendemo…he he!. Saya hanya berani berkata datar saja untuk itu, dan kalem!, he..he… Saya khawatir di bilang kurang hormat apalagi durhaka sama guru, naudzubillah, saya takut kualat..! Bisa-bisa ilmu saya hilang manfaatnya! Dan sebenarnya kalo ngomong soal ilmu, ilmu-ilmu saya yang ada di otak dan – semoga- di hati ini  berkat para guru juga sebenarnya, terutama guru membaca dan menulis saya!   Karena saya bisa membaca itulah saya jadi bisa membuka cendela dunia dan melongok keluar, melihat indahnya hidup juga semrawutnya dunia ini.

          Saya menulis ini karena sering kali saya melihat tenaga-tenaga pendidik jaman ini  lebih mengutamakan nilai-nilai angka an sich  dan melupakan nilai-nilasi lain yang jauh lebih penting untuk pondasi utruh seorang manusia, seperti : kejujuran, ketuhanan, kesamaan derajat, atau yang lebih ringan lagi penghormatan pada orang tua. buktinya, banyak guru yang menganggap membantu murid mengerjakan soal ujian adalah  salah satu cara untuk membantu sekolahnya memenangkan kompetisi nilai dengan sekolah lain  atau malah keblingernya, untuk membantu si murid mendapat masa depan yang lebih cerah! Dan ini buuanyak terjadi. Bukankah ini akan mencetak larva-larva koruptor untuk masa depan. Contoh lainnya lagi, sebagian besar guru dan murid, kedua-duanya tidak siap sama sekali dengan adanya ketentuan ALLAH S.W.T. tentang kelulusan. Mereka sama-sama berfikiran mereka harus berusaha semaksimal mungkin, baru berdoa. Kalau tidak lulus, berarti mereka kurang maksimal usahanya, dan bukannya lalu memandang  bahwa mereka telah berusaha sebaik mungkin dan ALLAH S.W.T. telah mengambil ketentuan! karena berfikiran seperti inilah maka banyak anak-anak didik yang stress menghadapi ketidaklulusan, imannya mlempem!! bukankah ini akan menyiapkan anak-anak untuk mudah banting stir dalam hal keimanan dan kekuatan emosi. dan Atau contoh kurang adanya sifat egaliter oleh murid, dimana murid yang terbelakang dalam perolehan nilai selalu mempunyai kelompok sosial sendiri, begitu pula mereka-mereka yang nilainya selalu bagus. Dan ini akan mencetak manusia-manusia egois dan narsis. Dan kalau soal penghormatan kepada orang tua, berapa banyak murid jaman ini yang  cium tangan orag tua ketika hendak berangkat sekolah!!Dan kebiasaan ini kalau tidak kita ajarkan akan menciptakan manusia-manusia dewasa yang akan melemparkan orang-orang tua mereka ke pojok panti jompo untuk di urus oleh tenaga bayaran.

          By the way, any way, naik bus way, biar bagaimanapun terimakasih guruku… Tulisan ini bukanlah usaha saya menghakimi para guru, tapi hanya sekedar usaha untuk mencari celah agar negara ini menjadi semakin terdidik oleh tenaga pendidik yang berdedikasi untuk membentuk calon-calon subyek sosial utama, atau anak-anak menjadi keder-kader yang tanggguh berkualitas dan berketuhanan yang kuat.

         Dan untuk guru-guru saya ( kalau njenengan baca tulisan ini), saya mohon doanya agar  saya dan teman-teman bisa mencetak manusia yang berarti, benar, dan tangguh, dan semoga kita tidak malah jadi perusak negeri ini…Amin

Iklan

1 Komentar

  1. sifaulwafa berkata:

    semoga ada yang membahas, he he he…………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: